Corak bangunan unik dan terkesan kuno yang didominasi oleh warna merah menjadikan Vihara Gunung Timur sajikan pemandangan khas Tiongkok. Kendati merupakan tempat peribadatan Taoisme, namun publik diizinkan untuk mengunjungi vihara tersebut.
Kira-kira, bagaimana daya tarik dan sejarah vihara Gunung Timur atau yang sering juga disebut Tong Yuk Kuang ini? Simak ulasan travelingmedan.com berikut:
1. Dibangun Tahun 1930
![]() |
| vihara gunung timur - doc: travelingmedan.com |
Berdasarkan telusuran sejarah, pendiri vihara ini adalah etnis Tionghua yang tinggal di kota Medan. Pembangunannya dilakukan secara gotong royong. Dipilihnya lokasi tersebut lantaran tepat di bagian depannya, mengalir salah satu sungai di kota Medan yaitu Babura yang dianggap memberikan keberuntungan.
Setelah selesai dibangun, vihara atau klenteng ini kemudian difungsikan sebagai tempat peribadatan. Saat Imlek, area klenteng yang diketahui memiliki luas sekitar 5.000 meter persegi selalu dijadikan lokasi perayaan Imlek oleh umat Budha.
2. Isi Vihara Gunung Timur
![]() |
| vihara gunung timur adalah salah satu tempat bersejarah di medan |
Di bagian paling depan, kita dapat melihat pagoda dan menara unik. Sedangkan altar vihara dihiasi berbagai patung, seperti naga, ikan raksasa, lampion, dupa dan singa yang diukir dari metal besi. Atap vihara-nya juga diberi hiasan berupa naga yang memanjang.
Seluruh area vihara dibentengi dengan tembok yang cukup tinggi. Sedangkan di bagian samping kanan dan kiri bangunan utama, terdapat lapangan parkir yang bisa memuat banyak kendaraan.
3. Ragam Koleksi Patung
Klenteng ini memiliki sederet koleksi patung yang indah dan menawan. Jika dari area masuk, patung pertama yang bisa pengunjung lihat yaitu Dewa Jing Shen Ru Shen Zai yang berdampingan dengan Dewa Zhu Sen Da Di.
Sementara di area belakang terdapat Patung Dewa Cen Cing Tien dan Dewa Xian Shi Dian. Tak begitu jauh dari kedua patung tersebut, ada Ou Xian Gu dan patung Shi Dian Yan Wang yang mengapit dupa pembakaran. Turut mengikuti Patung Dewa Liu Fan Xian Shi yang terpahat begitu indah.
Memasuki vihara utama, berdiri 3 patung utama Buddha Sidartagautama, Budha Meitreya dan Patung Dewi Kwan Im. Menariknya lagi, wisatawan bisa melihat sebuah kolam berukuran sedang yang pada dindingnya terpahat kisah Sidharta Gautama sejak kecil hingga menjadi Buddha.
Melengkapi koleksi tersebut, pengunjung akan menemukan Sementara Toa Pek Kong dan Thay Suei di area luar vihara. Sementara dibawahnya berdiri patung Tho Te Kong (dewa tanah) yang dikawal oleh Patung Thien Kou dan Pek Ho Kong.
Baca Juga: Kuil Shri Mariamman Medan
4. Tujuan Wisata Sejarah
Kendati ditetapkan sebagai tujuan wisata sejarah, vihara ini tidak menyediakan jasa pemandu wisata.
Kegiatan paling seru di Vihara Gunung Timur yaitu mengabadikan setiap keindahan yang terpatri di sini baik lewat gambar maupun video.
Vihara ini memang dibuka setiap hari mulai pukul 09:00 sampai sore yaitu pukul 17:00, namun dianjurkan untuk melakukan kegiatan kunjungan di hari week day yaitu Senin s/d Jumat karena tidak terlalu banyak wisatawan yang berada di sana.
5. Akses, Jam Buka dan Tiket Masuk
Alamat lengkap vihara ini yaitu Jl. Hang Tuah No.16, Madras Hulu, Kec. Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara 20151.
Jam buka mulai dari pukul 08.00 sampai dengan 16.00 setiap hari. Terbuka bagi wisatawan dan umum tetapi diharapkan menjaga situasi agar tetap kondusif terutama saat sedang berlangsung peribadatan.
Tidak ada tiket masuk bagi wisatawan, setiap pengunjung bisa mengunjungi vihara ini secara gratis.


