MASIGNASUKA101
7168738000188950837

Misteri Air Terjun Lae Pendaroh Sebelum Bermuara ke Sungai Renun

Misteri Air Terjun Lae Pendaroh Sebelum Bermuara ke Sungai Renun
Add Comments
Minggu, 26 Januari 2020
Berwisata ke Sitinjo I tak hanya bisa mengunjungi Taman Wisata Iman. Di bawah perbukitan sebelum sampai ke Letter S, terdapat air terjun cantik yang lokasinya persis di jembatan jalan lintas Seribudolok - Sidikalang, Lae Pendaroh namanya.

Lae Pendaroh adalah aliran sungai dari Bukit Sitinjo yang mengalir deras hingga kemudian menyatu dengan Lae Renun, salah satu sungai terbesar di Kabupaten Dairi. Jika disusuri dalam terminologi bahasa Pakpak, Pen-daroh sendiri dapat diartikan darah.

1. Misteri Lae Pendaroh

lae pendaroh is a waterfall in dairi district, north sumatra
Bila dari arah Medan, posisi air terjunnya berada di sisi kiri jembatan Lae Pendaroh sehingga sangat mudah ditemukan. Sedangkan di sebelah kanan terdapat sungai Lae Renun yang tertutupi oleh rerimbunan pohon dan semak belukar.

Mulai dari Lae Pondom Sumbul sampai ke Lae Pendaroh, cukup sering terjadi kecelakaan. Entah karena kondisi pengemudi yang ngantuk atau akibat jarak pandang yang pendek. Sebab kawasan ini memang acap kali disinggahi kabut. Hal itu tentu berpengaruh ke daya penampakan mata.

Pun air terjunnya sendiri akan berubah warna menyerupai darah pada waktu tertentu. Terutama saat musim penghujan sedang berlangsung. Namun, proses terjadinya air menjadi seperti darah itu disebut-sebut dipengaruhi oleh kimia alami. Tergerusnya humus dari lembah hutan dan akar pepohonan berubah warna.

Selebihnya tidak ada yang aneh dengan air terjun tersebut. Kendati banyak desas-desus yang mengatakan jika beberapa orang pernah melihat sesuatu di sana. Akan tetapi, hal itu kemungkinan besar hanyalah isapan jempol semata yang tak perlu dipercaya.

2. Mengalir Deras ke Lae Renun

lae renun
Air terjun di Dairi ini tergolong sampuren atau curug yang bertipe bertingkat. Apabila dihitung dari jatuhan pertama, maka jumlahnya lebih dari 7 tingkatan. Secara visual, tentu kalah telak dibandingkan beberapa air terjun lain yang ada di Sumatera Utara.

Jika teman Traveling Medan pernah menginjakkan kaki ke TWI, di depan Patung Bunda Maria terdapat sungai kecil. Nah sungai berwarna kecoklatan itulah yang diketahui mengalir ke bawah dan melewati jembatan Lae Pendaroh sebelum akhirnya bermuara ke Lae Renun.
Baca Juga: sidikalang kota dingin dan simbol kopi dairi
Lae Renun sendiri beraliran deras, debitnya cocok untuk wisata olahraga arung jeram. Dahulu, sempat diunggulkan dalam tajuk selayang pandang kabupaten Dairi. Namun entah kenapa, potensi itu tidak terkelola hingga sekarang.

3. Atraksi Wisata

atraksi wisata
Tinggi air terjun Lae Renun hanya sekitar 3-5 meter dan bagi traveler yang terbiasa berpetualang ke alam liar, kesannya memang tidak terlalu menarik. Namun, jika sedang dalam perjalanan menuju Pulau Banyak via jalur utara, tempat ini bisa dijadikan spot hunting foto atau sekedar beristirahat.

Area air terjunnya sudah dibuatkan pagar agar pengunjung lebih aman. Yap, sedikit tergelincir saja dari bebatuan di sana maka pengunjung bisa hanyut sampai ke Lae Renun. Setap hari, pasti ada orang yang singgah di Lae Pendaroh.

Walau sebentar, mereka biasanya memilih untuk berfoto dengan background air terjun sebelum melanjutkan perjalanan. Hingga saat ini, tak ada tiket resmi atau biaya masuk bagi pengunjung yang mendatangi objek tersebut.

Untuk merenggangkan otot, sebenarnya di sekitar kawasan Sitinjo terdapat banyak gazebo atau rumkit (rumah kitik-kitik) yang dapat dipakai dengan sistem sewa.
TMC

Halo, thank you for visiting our official site: travelingmedan.com -