MASIGNASUKA101
7168738000188950837

Di Ujung Bandar Baru, Penatapan Berastagi Teduhkan Hati

Di Ujung Bandar Baru, Penatapan Berastagi Teduhkan Hati
Add Comments
Jumat, 31 Januari 2020
Kemungkinan besar istilah penatapan hanya ada di Sumatera Utara. Pasalnya, kalau dicari kata Penatapan Bandung atau kota besar lainnya, kata tersebut sama sekali tidak ditemukan. Secara terminologi, penatapan berawal dari kata penatapen yang berarti tempat menatap atau memandang.

Salah satu spot yang dijuluki dengan istilah unik itu adalah Penatapan Berastagi yang terletak di dusun Doulu, Desa Martelu. Tempat tersebut sekarang bak puncak-nya Sumut. Kalau dahulu hanya disinggahi oleh orang yang sedang melintas, maka lain pula sekarang. Banyak pengunjung sengaja datang dari Medan untuk menghabiskan malam. Dari ngopi di Barcelona atau mencicipi wajik Sakinah di tengah dinginnya malam.
penatapan berastagi
Perjalanan ke Penatapan Berastagi pun tidak perlu waktu lama. Terlebih bagi mereka yang terbiasa melakukan kegiatan touring, 30-45 menit saja sudah sampai. Namun, tetap butuh kehati-hatian selama di jalan. Dikarenakan selain rawan kecelakaan, dari arah Bandar Baru hingga ke Sampuran Air Terjun Sikulikap medannya cukup menanjak.

Di koordinat ini pula kondisi jalannya lumayan berliku. Itulah mengapa sempat ada keinginan banyak orang agar dibuatkan jalan tol saja di sana. Setidaknya, infrastruktur tersebut dapat mengurangi tingkat kemacetan parah yang sering terjadi terutama di hari libur nasional. Dengan begitu bisa memperpendek jarak tempuh Medan - Berastagi.
pemandangan menawan dengan udara khas puncak

1. Dari Kata Penatapan Doulu ke Berastagi

Pernah terpikir untuk mengetahui apa sebenarnya nama asli dari objek wisata di perbatasan Karo dan Deli Serdang tersebut? Kita telaah sedikit yuk! Penatapen biasanya diucapkan oleh suku Karo dan Pakpak. Kata dari bahasa daerah itu biasa ditujukan untuk daerah yang punya sudut pemandangan dan terletak di dataran tinggi.

Sama halnya dengan tempat ini yang nama aslinya adalah Puncak Doulu. Akan tetapi karena Berastagi sudah terlalu ikonik dan anyar. Tambah lagi lokasinya sudah tak jauh lagi dari daerah tujuan wisata di Karo itu, orang pun lambat laun menamainya Penatapan Berastagi.

Penatapan Barcelona merupakan salah satu tempat santai di Penatapan Berastagi yang banyak disinggahi pengunjung. Selain itu, sederet pilihan tempat santai lainnya pun cukup banyak. Jejerannwarung-warung kecil berjejer di tepi jalan pun bisa dipilih. Tak ada rekomendasi sih dari Traveling Medan. Pilih saja yang kira-kira bisa bikin mood dan suasana hati menjadi nyaman. Kalau tak terbiasa dengan keramaian atau bukan tipe anak dugem, opsi terbaiknya tentulah tempat yang sepi.
penatapan berastagi tak jauh dari bandar baru

2. Ngapain aja di puncak Berastagi?

Ketika sudah melewati gerbang bertuliskan selamat datang ke Karo. Itu tandanya kita sudah sampai. Usai turun dari kendaraan, hal pertama yang khas yakni hingar-bingar musik seperti di club malam. Terdengar kencang dan sedikit memekakkan telinga.

Harga makanan dan minuman rata-rata dari Rp8.000. Semua warung dan cafe menyediakan menu hampir sama. Termasuk kudapan sederhana yang bisa menghalau dinginnya malam yaitu kopi, teh manis dan jagung rebus/bakar.

Dinginnya udara pun tentu sedikit kendala bagi pengunjung. Saran terbaik, pakailah jacket atau mantel agar tubuh tidak bereaksi berlebihan. Setidaknya bisa mengurangi resiko hipotermia. Yang pasti, kita lebih nyaman menikmati pemandangan lanskap Bandar Baru dan kota Medan di malam hari.
air terjun di bawah kaki penatapan berastagi, sikulikap

3. Air Terjun Sampuren Sikulikap yang Tak Kalah Keren

Lain hal bila waktu kunjungan teman TM bertepatan saat pagi atau siang hari. Objek wisata di bawah penatapen ini layak dieksplor lho! Air terjun Sikulikap namanya.

Air Terjun Sikulikap merupakan destinasi wisata alam yang dapat ditelusuri keelokannya sebelum mencapai puncak Berastagi. Spot tersebut memang sempat kalah pamor beberapa dekade terakhir. Namun kembali dilirik wisatawan selang direvitaliasi.

Air terjun Sikulikap terbaru jauh lebih keren apabila dibandingkan sewaktu tim Traveling Medan dahulu ke wisata Karo tersebut. Jalannya yang dipenuhi semak belukar telah terganti sehingga tak perlu khawatir tergelincir atau jatuh sewaktu menuruni tangga.

Konsepnya sekarang mengikuti trend wisata kekinian yang digandrungi generasi muda. Spot foto bertebaran di setiap sudut. Pun di bawah air terjunnya telah dibangun tempat memandang ke arah puncak.
TMC

Halo, thank you for visiting our official site: travelingmedan.com -